Pelepasan Tim Kemanusian untuk Palestina dan Dai Melintas Batas Dompet Dhuafa

Indonesia For Palestina, Pelepasan Tim Kemanusian untuk Palestina dan Dai Melintas Batas Dompet Dhuafa
Tinggal menghitung hari kita akan memasuki bulan suci bulan Ramadan, semoga kita semua bisa menjalankan dengan penuh iman dan taqwa terlebih lagi dalam keadaan sehat walafiat. Dompet Dhuafa sebagai lembaga Filantropi selalu terus semangat dalam gerakan kemanusiaan dan pemberdayaan umat.

pelepasan tim kemanusian untuk palestina dan dai lintas batas dompet dhuafa


Nah, kemarin tanggal 27 Februari 2025 kebetulan nihh, ikut menjadi saksi dalam kegiatan Dompet Dhuafa yaitu melepas Tim Kemanusiaan untuk Palestina dan Dai Melintas Batas di Sasana Budaya Dompet Dhuafa, seperti yang kita ketahui program ini termasuk dalam empat pilar program utama Dompet Dhuafa adalah ekonomi, pendidikan, dakwah, dan sosial kemanusiaan.

Pelepasan tim kemanusian dan dai melintas batas ini termasuk dalam program dakwah dan program sosial kemanusian. Acara kemarin dihadiri oleh ;
  • Anis Matta, Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad
  • Waryono Abdul Ghafur, Direktur Zakat dan Wakaf Kemenag RI
  • Parni Hadi, Pendiri Dompet Dhuafa dan
  • Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa
Acara pelepasan tersebut dilakukan secara simbolis, perwakilan Tim Kemanusiaan dan Dai Melintas Batas dikalungkan syal Dompet Dhuafa oleh Anis Matta hingga Parni Hadi. Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini. 

Dompet Dhuafa tidak pernah berhenti membantu masyarakat Palestina secara terus menerus, sejak Dompet Dhuafa berdiri pada 1993. Terus berulangkali mengirim bantuan secara langsung dengan mengirimkan tim kemanusiaan yang masuk ke wilayah Palestina. Selain itu Dompet Dhuafa mengirim berbagai bantuan, di antaranya bantuan kesehatan, makanan, pendidikan hingga pembangunan rumah sakit. 

Bpk Anis Matta merasa bangga Dompet Dhuafa yang telah melakukan program hebat tersebut dengan mengirimkan tim kemanusiaan untuk membantu Palestina serta 250 Dai selama bulan Ramadan nanti yang akan dikirim ke 11 negara dan ke beberapa daerah tertinggal di Indonesia. dan ternyata juga merupakan kawan dekat Bpk Parni pendiri Dompet Dhuafa.

pelepasan tim kemanusian untuk palestina dan dai lintas batas dompet dhuafa
Bpk Anis Matta


Katanya "Saya juga memberikan penghargaan atas inisiasi melakukan pengiriman da'i ke 11 negara selama bulan Ramadan ini dan juga ke dalam negeri untuk daerah-daerah yang tertinggal,"

Menurutnya, program tersebut merupakan proses literasi yang mempunyai dampak pemberdayaan yang luar biasa. Ia pun juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh para pimpinan Dompet Dhuafa. Dan tentu saja para donatur yang menyalurkan dananya melalui Dompet Dhuafa. Dan Dompet Dhuafa memiliki peran strategis dalam kampanye Indonesia untuk Palestina dan percaya mereka dapat memimpin gerakan ini.

Sebagai informasi, Tim Kemanusiaan akan berangkat ke Palestina dan menyalurkan berbagai bantuan serta logistik untuk masyarakat Palestina.

Kemudian untuk 250 dai tergabung dalam program Dai Ambassador Ramadan Luar Negeri akan menyambangi 11 negara. Sementara itu, beberapa Dai lainnya bertugas di dalam negeri, terutama untuk di wilayah 3T di Indonesia. Mereka akan mengemban tugas mensyiarkan Islam rahmatan lil alamin dan dakwah ziswaf.

Dua Mobil Ambulance di Bombardir dan Gugurnya dokter Dompet Dhuafa

Sedangkan, Bpk Ahmad Juwaini Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, mengatakan, “Pengiriman tim tersebut merupakan wujud nyata komitmen Dompet Dhuafa dalam menyalurkan amanah donatur untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Dompet Dhuafa selalu berkomitmen untuk menyalurkan bantuan ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis kemanusiaan, termasuk Palestina. Pengiriman dai juga menjadi bagian dari upaya syiar Islam yang damai dan inklusif.”

Selama ini, Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan kepada Palestina melalui tiga skema utama, yakni melalui pemerintah Indonesia, melalui mitra kemanusiaan di dalam Palestina, serta dengan mengirimkan tim kemanusiaan langsung ke lapangan.

Walaupun tahun kemarin dua mobil ambulance Dompet Dhuafa dihancurkan oleh Zionis dan salah satu dokter beserta keluarganya dari Dompet Dhuafa gugur. Tidak menyurutkan langkah Dompet Dhuafa untuk terus membantu saudara kita yang ada di Palestina. 

pelepasan tim kemanusian untuk palestina dan dai lintas batas dompet dhuafa


"Kemarin pun sempat di putar video dari dr. Mohammad Shabat yang gugur di Palestina. Sedih banget istri dan ibunya ikut gugur juga. Meninggalkan seorang putranya yang sedang terluka parah semoga terus dalam lindungan yang Maha Kuasa untuk proses evakuasi keluar dari Palestina."

Bpk Parni Hadi mengatakan, selain bantuan kemanusiaan, program pendidikan juga menjadi prioritas dalam pemulihan Palestina.

“Kami ingin menginisiasi program pendidikan di Palestina, agar dapat diikuti oleh negara-negara lain. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina,” ujarnya.

Sedangkan Bpk Waryono mengatakan Kementerian Agama (Kemenag) RI mengapresiasi langkah Dompet Dhuafa dalam mengirim tim kemanusiaan ke Palestina, serta dai ke berbagai penjuru dunia.

Menilai upaya ini merupakan langkah Indonesia dalam menyemaikan Islam di berbagai penjuru dunia. Hal ini sangat penting dalam rangka meluruskan pemahaman Islam yang kurang tepat di berbagai belahan dunia. Juga berharap apa yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa bisa diduplikasi oleh lembaga amil zakat yang lain, sebab hal ini merupakan salah satu bentuk pengembangan kualitas masyarakat.

"Harapannya, dai-dai yang dikirim oleh teman-teman Dompet Dhuafa ini menyebarkan Islam yang rahmah dan ramah,"

Pelepasan tim kemanusian untuk palestina dan dai lintas batas dompet dhuafa
Simbolisasi pelepasan tim kemanusian untuk Palestina
oleh Bpk Anis Matta


Mengirim 250 Dai ke 11 Negara dan Wilayah 3T

Selain ke Palestina, Dompet Dhuafa juga mengirimkan 250 dai ke 11 negara dan berbagai wilayah 3T di Indonesia untuk menjalankan Dakwah Melintas Batas.

Para dai ini akan bertugas untuk:
  • Mensyiarkan Islam Rahmatan lil ‘Alamin
  • Menguatkan literasi Islam di daerah terpencil
  • Menangkal Islamofobia di berbagai negara
  • Meningkatkan kesadaran Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF)
Program ini menjadi bagian dari awal rangkaian Program Ramadan Dompet Dhuafa, yang diharapkan dapat membawa dampak luas bagi masyarakat Indonesia dan dunia

Kesimpulannya, Dompet Dhuafa Jadi Bagian Konsorsium Kemanusiaan untuk Palestina.

Misi kemanusiaan “Indonesia untuk Palestina” itu bertujuan untuk menyalurkan bantuan bagi rakyat Palestina yang mengalami krisis akibat agresi yang terus berlangsung. Blokade yang berkepanjangan telah menyebabkan kelangkaan pangan, krisis layanan kesehatan, dan meningkatnya jumlah warga kehilangan tempat tinggal.

Sebagai respons terhadap situasi tersebut, Dompet Dhuafa mengirimkan tim kemanusiaan yang akan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak.

Selain ke Palestina, Dompet Dhuafa juga mengirimkan dai yang akan bertugas di berbagai negara dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia. Program “Dakwah Melintas Batas” ini bertujuan untuk meningkatkan literasi Islam dan memperkuat pendidikan keislaman di daerah yang minim akses terhadap edukasi agama.

Sebagai bagian dari Program Ramadan 1446 H, Dompet Dhuafa juga meluncurkan berbagai inisiatif kemanusiaan lainnya, termasuk bantuan pangan mendirikan dapur umum dan layanan kesehatan bagi warga Palestina. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas global dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap perjuangan Palestina.

pelepasan tim kemanusian untuk palestina dan dai lintas batas dompet dhuafa



Dompet Dhuafa juga mengapresiasi inisiatif Kementerian Luar Negeri RI dalam membangun konsorsium lembaga kemanusiaan Indonesia guna mempercepat respons bantuan untuk Palestina.

Sebagai bentuk kepercayaan, Dompet Dhuafa ditunjuk sebagai sekretariat Working Group for Palestine dalam koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Dengan pelepasan Tim Kemanusiaan ke Palestina dan Dai Melintas Batas, Dompet Dhuafa menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata bagi umat Islam di berbagai belahan dunia.

Kita semua berdoa dan berharap semoga di Ramadan ini ada keajaiban bagi saudara kita di Palestina agar benar-benar mereka semua merdeka dari penjajah, aamiin..


utieadnu

IMAC Film Fest 2025

IMAC Film Fest 2025, Menjadi Wadah Karya Film Sineas Muda
Siapa yang disini menyukai film pendek? Akuu,,,, langsung tunjuk tangan nih. Karena ada yang menarik dari Film pendek yaitu sutradara harus bisa menyajikan cerita sesingkat-singkatnya tapi pesan bisa tersampaikan kepada penonton. Pastinya ada tantangan tersendiri dalam penggarapannya.

Nah, Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menggelar kembali ajang IMAC Film Fest 2025 sebagai perayaan kreativitas dan keberlanjutan melalui festival film pendek, bertempat di Taman Ismail Marzuki Jakarta pada 14-16 Februari 2025.

imac film festival 2025


Mengangkat tema “Green Diffraction”, IMAC Film Fest 2025 mengajak seluruh masyarakat untuk menyebarkan pesan penghijauan serta melakukan aksi nyata dalam pembangunan berkelanjutan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Kebetulan aku datang di hari pertama, baru kali ini dapat gelang masuk festival organik yang dapat ditanam menjadi tumbuhan, adanya water station selama festival untuk isi ulang air minum seluruh pengunjung acara, kemudian limbah sampah selama festival akan dibantu pengelolaannya oleh Askara Foundation, Kitabisa.org, yang merupakan waste management partner festival kali ini. IMAC Film Festival 2025 diharapkan dapat menginspirasi “keberlanjutan penghijauan” melalui perayaan kreativitas. Kagum banget kjadinya.

Disana juga banyak poster-poster yang akan ditayangkan, ternyata Film Pendek ini hasil karya para pelajar yang mengikuti IMAC 2025 Film Camp.

Imac film festival 2025


Program IMAC 2025 Film Camp ini mengumpulkan 5 sekolah terpilih dari 140 sekolah terdaftar untuk belajar teori dan praktik dalam pembuatan film bersama praktisi dengan output film pendek karya peserta Film Camp.

Program intensif ini dilaksanakan pada tanggal 13-19 Januari 2025 bertempat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), diikuti oleh 5 sekolah terpilih, yaitu SMAN 8 Jakarta, SMAN 59 Jakarta, UPH College, SMAN 2 Semarang, dan SMAN 1 Gadingrejo (Lampung). Bermula dari keresahan dan keinginan mewadahi para pelajar untuk terus berkembang, IMAC 2025 hadir mendukung insan muda di industri perfilman Indonesia. Agar bisa menjadi langkah awal untuk mewadahi para pelajar untuk terus berkembang dengan menghadirkan para mentor prestige di bidang perfilman.

IMAC 2025 akan memutar kurang lebih 50 film pendek karya pelajar, mahasiswa, dan umum. FIlm pendek karya Awardee Film Camp turut diperkenalkan ke hadapan publik untuk pertama kalinya.

imac film fest 2025



Ketua Umum ILUNI UI Didit Ratam menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak serta kerja keras tim Creative Industry Hub ILUNI UI (CIHUI) sebagai pelaksana kegiatan IMAC Film Fest. IMAC Film Fest menjadi salah satu program unggulan ILUNI UI yang dimotori teman-teman dari CIHUI. Kegiatan kedua ini dapat berjalan dengan lancar berkat dukungan dari berbagai pihak, yaitu Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Kebudayaan, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Bank Mandiri, TBS, Sony, Wahana Edukasi, Askara Foundation, Universitas Indonesia, Universitas Aisyiah Yogyakarta, dan ISI Denpasar. "Kami harap kolaborasi penta helix ini akan menjadi upaya nyata yang berasa dampaknya bagi kemajuan ekosistem perfilman Indonesia,”

imac film festival 2025

Hari Pertama IMAC Film Fest 2025 Putar 5 Film Pendek dan Talkshow Bersama Umay Shahab

Pada hari pertama, terdapat lima film pendek yang diputar. Diawali kategori film yang berasal dari program pelatihan intensif bagi pelajar yang ingin berkecimpung di dunia perfilman.

Yaitu film pendek berjudul Reverie karya UPH College, Fana dari SMAN 1 Gadingrejo, Siapa yang diproduksi oleh SMAN 8 Jakarta, Prisoned By Her Own Mind buatan SMAN 59 Jakarta, dan Langit Abu-abu karya SMAN 2 Semarang.

Selama nonton film pendek ini kagum banget “Gilaa” ya anak-anak SMA bisa hebat membuat Film, dan aku sudah punya nih salah satu yang aku suka. Pengambilan scene dan cahayanya bagus banget. Cerita dibuat menggantung dan penonton yang disuruh menyimpulkannya.

Imac film festival 2025
Sineas muda dari UPH College judul Film "Reverie"


Dalam kesempatan ini, tim produksi kelima film tersebut turut hadir menemani penonton setia film pendek. Ada Jessica, Sutradara Film Reverie mengatakan, timnya hanya butuh waktu dua hari untuk mematangkan konsep jalan cerita yang akan dibuat.

"Mungkin konsep udah dapat dalam satu hari. Cuma persiapan bikin skrip, matengin skrip, itu dua hari," kata Jessica. Menurut Jessica, lokasi pembuatan film menjadi inspirasi terciptanya jalan cerita Reverie. Ditambah lagi, inspirasi tersebut ditopang dengan kehadiran talent yang sesuai.

Katanya lagi "Ide awal muncul film ini sebenarnya dari lokasi kan. Ketika dapat lokasi dari IMAC kita mulai brainstorming, diskusi, kira-kira cerita apa yang cocok,"

Jessica kemudian menjelaskan jalan cerita film Reverie, film yang diproduksinya mengisahkan renungan dari seorang pria dan wanita yang sedang kasmaran.

"Kemudian kita mikir-mikir lagi, lalu muncul konsep mengenai sebuah mimpi, dan juga sesuatu yang dreamy. Karena lokasi itu di taman, talent juga kita dapat cewek dan cowok. Jadi awal muncul ide dari situ," jelas Jessica lagi.

imac film festival 2025
Sineas Muda dari SMA N 8 Judul Film "Siapa"


Dan untuk SMA Negri 8 Levin, tim produksi Film "Siapa" mengungkapkan jalan cerita yang muncul di pikirannya hanya terjadi semalam.

"Jadi karena malam itu kita baru dapat lokasi, aktor dan usia, makanya kita baru bisa melihat dan menyusun cerita semalam itu. Kebetulan juga, kerangka ceritanya malam itu sudah ada. Jadi sampai finishing dari malam itu sampai malam selanjutnya," ujar Levin.

Film Siapa, sambung Levin menceritakan seseorang yang kebingungan dengan situasi yang dihadapi. "Siapa judulnya sesimpel itu karena tadi bisa dilihat ya waktu dia nyari apa, siapa, nih yang ganggu gue. Jadi, ya se simpel itu aja," katanya lagi.

Kalau teman-teman datang kesini pasti kagum juga dengan para pelajar nih, cuma dalam waktu beberapa hari mereka bisa menghasilkan karya ciamik

Selain itu, ada talkshow hingga masterclass yang berkolaborasi dengan berbagai film makers dan para pendukung yang harapannya menjadi wadah diskusi menarik selama festival berlangsung.

imac film festival 2025


Di hari pertama juga ada Umay Shahab dan Bagoes Tresna Sinematografer keduanya dari Film Perayaan Mati Rasa. Yang bagi-bagi ilmu gratis, semuanya dikupas habis dari pencahayaan, warna, lighting dan baru tahu juga bahwa Film Perayaan Mati Rasa ini ada pengambilan gambar menggunakan digicam second milik Mas Bagoes.

IMAC 2025 memiliki tujuan besar yaitu untuk memberikan pengalaman baru terkait dengan diskusi dan kritik film, serta menjadi ajang di mana kita bisa saling menghargai perspektif dan mempertemukan para kreator.

imac film fest 2025



So gimana...? tertarik untuk datang ke IMAC Film Fest 2025 jangan sampai ketinggalan sayang banget soalnya, kita bisa menggali ilmu dan melihat dari dekat para penggiat film Indonesia. Untuk informasi selanjutnya bisa kunjungi instagram dari @imac.filmfest dan websitenya imac-filmfest.com

Utiedanu